Translate

Monday, November 26, 2012

Makalah Tentang Mahabbah


MAHABBAH
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Akhlak Tasawuf
Dosen Pengampu : Bpk. PROF.DR.ALWAN

 


Disusun oleh:
Anisatul Hilmiyati
Binti Fadilah Arfi

FAKULTAS ADAB
SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2012



PENDAHULUAN

                Puji syukur tak lupa kami panjatkan kepada Allah SWT, yang mana telah memberikan kesempatan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Akhlak Tasawuf dengan tema MAHABBAH.
                Penyusun menyadari bahwa dalam makalah ini tidak mungkin terbebas dari kekurangan dan kekeliruan, meski sudah diusahakan sedemikian rupa, namun kekurangan itu pasti tetap ada. Dari itu Penyusun mengharap kritik ataupun saran yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
                Demikian pengantar dari kami, mohon maaf atas kekurangan kami. Semoga makalah yang kami susun ini bisa bermanfaat. Amiin Ya Rabbal’alamin.
1.    
            PENGERTIAN MAHABBAH
Kata mahabbah berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabatan yang secara harfiah mencintai sesuatu secara mendalam. Dalam Mu’jam al-Falasafi, Jamil Syaliba mengatakan Mahabbah adalah lawan dari al-Baghd, yakni cinta lawan dari benci. Al-Mahabbah juga dapat berarti al-Wadud yakni yang sangat kasih dan sangat penyayang. Kata Mahabbah selanjutnya digunakan untuk menunjukan pada suatu paham dalam aliran tasawuf yang objeknya lebih ditunjukkan kepada Tuhan. Dan dari sekian banyak pengertian mahabbah yang telah dikemukakan tampaknya ada yang cocok dengan pengertian mahabbah dalam ilmu tasawuf yakni kecintaan yang mendalam secara ruhani kepada Tuhan. Menurut Al-Qusyairi pengertian mahabbah sebagai berikut :
المحبة حا لة شريفة شهد الحق سبحانه بها للعبد واخبر عن محبته للعبد فالحق سبحانه يوصف بانه يحب العبد والعبد يوصف بانه يحب الحق سبحانه.
Al- mahabbah adalah merupakan hal (kedaan) jiwa yang mulia yang bentuknya adalah disaksikannya (kemutlakan) Allah subhanahu wata’ala oleh hamba, selanjutnya yang dicintainya itu juga menyatakan cinta kepada yang dikasihiNya dan yang seorang hamba mencintai Allah.
Mahabbah adalah cinta yang tanpa dibarengi dengan harapan pada hal hal yang bersifat duniawi. Selanjutnya Harun Nasution berpendapat bahwa Mahabbah adalah cinta, yang dimaksud cinta adalah cinta kepada Tuhan. Lebih lanjut Harun Nasution mengatakan pengertian yang di berikan kepada mahabbah yaitu;
1.       Memeluk kepatuhan kepada Tuhan dan membenci sikap melawan kepada Tuhan.
2.        Menyerahkan seluruh diri kepada yang dikasihi.
3.       Mengosongkan hati dari segalanya kacuali dari yang dikasihi yaitu Tuhan.
Kemudian Harun Nasution membagi mahabbah menjadi 3 macam yaitu : mahabbah orang biasa, mahabbah orang shiddiq, mahabbah orang Arif.

2.       ALAT UNTUK MENCAPAI MAHABBAH
Para ahli tasawuf menggunakan pendekatan psikologi untuk mencapai mahabbah, yaitu pendekatan yang , melihat adanya potensi rohaniah yang ada didalam manusia. Harun Nasution, dalam bukunya falasafah dan mistisis dalam Islam mengatakan bahwa alat untuk mencapai mahabbah dalam diri manusia ada tiga yang dapat dipergunakan untuk berhubungan dengan Tuhan.
a.       Al-qalb (القلب) hati sanubari, sebagai alat untuk mengetahui sifat sifat Tuhan.
b.      Roh (الروح) sebagai alat untuk mencintai Tuhan.
c.       Sir (سر) yaitu alat untuk melihat Tuhan.
Roh yang digunakan untun mencintai Tuhan yaitu Roh yang sudah dibersihkan dari dosa dan maksiat, serta dikosongkan dari kecintaan kepada segala sesuatu, melainkan hanya diisi oleh cinta kepada Tuhan. Dalam masalah Roh, manusia tidak tahu sebenarnya hakikat Roh itu yang mengetahui hanyalah Allah. Sebagaimana firman Allah  dalam surat Al-isra’ ayat 85
ويسئلونك عن الروح قل الروح من امر ربى ومااوتيتم من العلم الا قليل
Yang artinya : mereke itu bertanya kepada engkau (Muhammad) tentang Roh, katakanlah bahwa Roh itu urusan Tuhan, tidak kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit sekali. QS.Al isra:85
Dari ayat tersebut kita dapat mengetahui bahwa sesungguhnya setiap manusia pada dasarnya memiliki Roh yang tunduk dan patuh kepada Tuhan, namun terkadang roh-roh tersebut dikotori oleh dosa dan kemaksiatan, sehingga kesuciannya berkurang. Dan roh yang digunakan para sufi adalah roh yang telah disucikan dari kemaksiatan dan dosa untuk mencintai Tuhan.

3.       TOKOH YANG MEMPERKENALKAN MAHABBAH
Tokoh yang sangat terkenal, yang memperkenalkan mahabbah itu adalah Rabi’ah al-adawiyah yaitu seorang zahid perempuan yang berasal dari Bashrah Irak. Ia wafat sekitar tahun 185 H/ 796 M. Seperti yang sudah di riwayatkan, Ia adalah seorang hamba yang kemudian di bebaskan. Hidupnya Ia pergunakan untuk beribadah, bertaubat, dan menjauhi hidupnya dengan kehidupan duniawi. Ia hidup dalam kesederhanaan dan menolak segala bantuan material yang di berikan oleh orang lain kepadanya. Doanya tak pernah sedikitpun meminta hal hal yang bersifat materi dari Tuhan. Ia benar benar dalam keadaan zuhud dan keinginannya hanyalah dekat dengan Tuhan.
Seperti riwayat yang menyatakan ketika Ia menolak lamaran laki laki yang sholeh, Ia berkata “ akad nikah adalah bagi pemilik kemaujudan luar biasa. Sedangkan dalam diriku hal itu tidak ada, karena aku telah berhenti maujud dan telah lepas dari diri. Aku maujud dalam tuhan dan diriku sepenuhnya adalah milikNya. Aku hidup dalam naungan firmanNya. Akad nikah mesti diminta dariNya bukan dariku.”


No comments:

Post a Comment